Kamis, 08 Mei 2014

SemaLam di pondokku


sore itu hujan datang
 kulihat kau berlari singgah ke pondokku di kaki gunung ini
Tubuhmu basah, pakaianmu basah, wajahmu pun ikut basah  dan mulai memutih pucat
Mungkin kau kedinginan dan  lelah setelah berjalan sejauh panjangnya malam semalam sehingga sluruh tubuhmu ikut bergetar, betapa hebatnya udara malam semalam rupanya sehingga mampu membuatmu lumpuh diam dan kaku tak berdaya.

Kutatap kau sekali lagi,matamu masih nanar  sambil melihat lurus kearah jalan  yang akan kau lalui nanti. Seolah –olah kau berpikir “apa aku bisa  meneruskan jalanku nanti?”
Angin kembali berhembus semakin mengkakukan dan menghanyutkanmu dalam  kebekuan yang dalam . Kau terpejam lama sambil meringkuk duduk di pondokku
Udara sedang tak ingin melihatmu berjalan lebih jauh lagi. Sementara angin tadi masih berhembus lama ke tubuhmu,,menghujam diam ke pipimu yang kuning dan kini semakin putih memucat
Tiba-tiba kau berpaling ke arahku, aku terhenyak melihat mu yang kini seperti makhluk gunung yang  ganjil
 Aku semakin  tak ragu untuk mengajakmu bermalam di rumahku walaupun hanya untuk semalam nanti
Senyuman itu mencoba hadir di bibir birumu aku membalas nya dengan tatapan iba namun bingung. Lalu kuberi kau sepotong pakaian  bekasku dan aku mencoba mengajakmu menginap di pondokku ini seperti niatku semula
Kutawarkan kamu tanpa basa basi.  Kau hanya menatap dengan mata memerah ,namun bukan karena kedinginan atau karena lelah. Dan juga bukan karena ngantuk berjalan semalaman  tapi karena ajakanku yang seolah-olah menganggapmu ada sehingga matamu berbinar
Sehari di pondokku membuatmu tak terjaga dari mimpimu di malam nanti yang akan kau lalui di bilik tuaku di ujung sana dengan lampu yang taram temaram. Besok  kau akan bisa  melanjutkan perjalananmu  ke ujung dusun sana  dari tiap pondok ke pondok, dari tiap lengkukan jalan liar,dari tiap wajah ke wajah yang kau jumpai di sepanjang jalan nanti

Namun apabila kau terganggu oleh cuaca dan entah apapun itu kembalilah ke pondokku ini
aku bukan hanya memberi  pakaian untukmu,,namun aku akan memasak untukmu
Di pondokku ini aku terjaga pada setiap orang yang lewat menunggumu
mungkin itu kamu atau juga bayanganmu yang ku simpan di saku jiwaku semalam ALENSIS

Medan, 21 Juni 2012

3 komentar: