Telah kuantar mimpi itu semalam,
Namun aku tersesat di tengah
jalan,
Di tengah sungai itu ada jembatan
Aku melangkah menaiki hingga ke langkan
Angin itu kini menusuk kulitku
Keringatku kini membeku, manusuk kulit
kuningku
Aku takut mimpi itu akan menghilang,
sebelum kucapai dusun tuamu..
Kakiku kembali menyusuri jembatan putih
ditutupi badai kabut, dan diujung aku juga harus berhenti,
Ada 2 sisi jembatan dengan arah yang
berbeda, sedang di tengah ada rumput emas.
Aku kembali berpikir tentang mimpi itu,
sedang kau hanya melukis mimpi yang tak ku mimpikan....
Dan kuputuskan untuk tidak
mengantarnya...........
Telah kuantar, hanya sebatas ujung
jembatan..........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar